Bahas Dampak Lingkungan Akibat Tambang Batubara, Komisi I DPRD Kukar Gelar RDP Hadirkan Sejumlah Pihak
Suasana
pertemuan komsisi I DPRD Kukar
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUTAI KARTANEGARA-
Hadirnya perusahaan tambang batubara diharapkan mampu memberikan dampak positif
untuk kemajuan pembangunan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat sekitar,
namun tidak demikian dengan kondisi di Kecamatan Loa Kulu tepatnya di Desa
Bakungan. Dua perusahaan tambang batubara didaerah itu yakni PT Multi Harapan
Utama (MHU) dan PT Mahakam Indah Jaya meninggalkan dampak buruk buat warga,
pertama dampak lingkungan berupa pendangkalan dan penyempitan sungai dan ketika
hujan deras terjadi banjir lumpur.
Menindaklanjuti kasus itu, Komisi I DPRD
Kutai Kartanegara mengadakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan menghadirkan
warga masyarakat Desa Bakungan, manajemen perusahaan tambang batubara dan pihak
pihak terkait, Senin (22/5/2023).
Pertemuan RDP dilangsungkan diruang rapat
Komisi I dipimpin Ketua Komisi Yohanes Badulele Da Silva didampingi Muhamad
Saleh.
Yohanes Badulele Da Silva mengatakan,
permasalah dampak lingkungan di Desa Bakungan ini, karena ada 2 perusahaan
tambang disekitarnya. PT Mahakam Indah Jaya (MIJ), perusahaan tersebut sudah
selesai atau pasca tambang.
"Tapi dampak yang tersisa dari kegiatan
itu yang mengakibatkan masalah pada masyarakat, kemudian PT MHU tapi yang besar
itu sebenarnya dari MIJ," kata Yohanes Badulele Da Silva.
Sementara DPRD Kukar sangat menyayangkan
dengan ketidak hadiran keterwakilan dari PT MIJ, sehingga DPRD Kukar akan
menjadwalkan kembali untuk melakukan pertemuan dengan PT MIJ.
"Sehingga pasca tambang yang areal
sekitar 100an hektare itu tidak ditinggal begitu saja, kita upayakan untuk melakukan
pertemuan," ungkapnya.
Ia juga menyebutkan, dari PT MHU melalui KTT
mereka akan berunding ulang, pada bulan 3 mereka sudah mengerjakan tapi tidak
maksimal, sudah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Tapi masyarakat
menganggap hal itu tidak maksimal, sehingga ini akan dikerjakan ulang.
"Saya minta dalam akhir bulan ini sudah
terumuskan dengan baik, jadi hasil dari acara ini akan disampaikan ke manajemen
MHU Jakarta, sehingga mereka akan melaksanakan ulang," sebutnya.
Dirinya berharap, persoalan yang dialami oleh
warga Bakungan bisa teratasi dengan baik, DPRD mengarahkan untuk betul betul
mengerjakan sesuai SOP-nya, agar tidak terjadi dampak lingkungan.
"Kondisi di lapangan sangat
memprihatinkan, ketika cuaca ekstrem yang terjadi banjir lumpur. Hak itu sangat
menggangu aktivitas masyarakat," tutupnya.(riz/adv)